Oktober 31, 2011

Bupati Kunjungi Petani Tembakau

Assalamualaikum by. Budi Sulistyawan. SP Email. Sulistbudy@yahoo.com

Bupati Kunjungi Petani Tembakau

Published on Friday, 30 September 2011 09:38
Written by Bagian Humas

Bupati Tafta Zani meninjau aktifitas petani tembakau di Desa Pundenarum Kecamatan Karangawen, Selasa (27/9). Dalam kesempatan itu, bupati melihat sendiri halaman rumah-rumah warga yang berubah menjadi hamparan penjemuran daun tembakau rajangan.

Didampingi Asisten II Sekda Eko Pringgolaksito, Kepala Dispertan Wibowo, Kepala Bappeluh KP Wahyu Tri Hapsari dan Kabag Humas Rudi Santosa, bupati juga menyaksikan para petani yang tengah melakukan proses perajangan daun. Merekapun melihat areal tanam tembakau yang tak jauh dari pemukiman warga.

“Kemarin petani Jragung bilang, daun petik pertama bisa laku Rp 60 ribu per kilogram. Alhamdulilah, saya turut gembira. Untung berlimpah kali ini mudah-mudahan mengobati kerugian pada musim sebelumnya,” ujar Tafta.

Karena harga tembakau yang bersifat fluktuatif, Tafta mengingatkan petani agar pintar-pintar memprediksi musim. Pasalnya, jika salah memperhitungkannya bukan tidak mungkin petani justru mengalami kerugian besar.“Yang perlu diperhatikan pula adalah kemampuan menyerap tembakau oleh pabrik-pabrik rokok yang memiliki gudang di Demak. Jika di awal sudah diketahui kemampuan serap mereka hanya sedikit, maka demi amannya ya tak perlu menanam tembakau secara besar-besaran,” kata Tafta.

Sementara Ahmad Hadi, petani setempat mengakui bahwa musim kemarau kali ini untung dari bertanam tembakau yang diperolehnya bisa untuk membeli mobil. Dia bersyukur lantaran kualitas daun tembakaunya tergolong baik sehingga laku dengan harga tinggi. “Saya beruntung bisa merajang daun tembakau sendiri. Saat ini, banyak petani kesulitan mencari buruh rajang sehingga terpaksa menjual tembakau dalam bentuk daun. Tentu saja harganya menjadi murah. Keuntungan merekapun berkurang, tak sebanyak petani yang bisa merajang sendiri,” ungkapnya.

Disampaikan, harga daun tembakau bentuk rajangan bisa mencapai sepuluh kali lipat dibanding yang lembaran. Dalam bentuk rajangan, daun tembakau petikan ke enam hasil petani di desanya masih laku Rp 45 ribu. Sedangkan yang masih berupa daun-daun lembaran hanya laku Rp 3.500 per kilogram.“Terpautnya memang sangat jauh. Namun ya begitulah, merajang daun tembakau memang tak semudah yang dibayangkan. Kita harus telaten agar hasilnya halus sesuai dengan keinginan pembeli,” kata Hadi. (Anang)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Cari Blog Ini

Memuat...

Pengikut