Januari 13, 2010

budidaya jamur

Assalamualaikum
I. LATAR BELAKANG

Dalam kehidupan manusia , Jamur dapat mendatangkan keuntungan (manfaat ) dan ada juga kerugian .
Manfaat langsung misalnya :beberapa jenis jamur dapat dijadikan bahan makanan , seperti: Jamur merang , jamur kuping , jamur kancing , jamur tiram dan beberapa jamur lainnya. Selain itu jamur dapat bermanfaat sebagai obat antara lain , Jamur Lingzhi yang diolah kedalam bentuk serbuk , pil , kapsul , atau bentuk olahan lainnya
Sedang yang merugikan ada juga jamur yang beracun sehingga dapat mematikan terhadap manusia atau tanaman .
Dari belasan ribu jenis jamur , baru beberapa jenis jamur saja yang sudah dapat dibudidayakan seperti jamur padi , jamur tiram, jamur kuping , jamur shitake, dan yang sempat terkenal di masyarakat luas adalah jamur lengzhi (Ganoderma Lucidum).
Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini beberapa jamur telah memiliki khasiat dan kegunaan yang tinggi dalam bidang kesehatan, yaitu : jamur Shitake berkhasiat untuk anti kanker, anti HIV (AIDS). Sedangkan jamur Lingzhi berkhasiat untuk mengobati kanker, kebugaran, penurunan gula darah dan kolesterol serta sebagai pengurai dan pemusnah Karsinogen.
Sebagai bahan makanan jamur mengandung komposisi antara lain : Vit.B1, Vit.B2, Vit.C, Niasin, dan biotin.
Selain itu juga jamur mengandung mineral seperti : K, P, G, Lu, Mg, serta beberapa mikro elemen lainnya.




II. MAKSUD

Maksud dari budidaya jamur yang dilaksanakan ini adalah untuk memanfaatkan limbah serbuk gergaji, dengan cara yang sederhana dan sentuhan teknologi, bebas bahan kimia, ramah lingkungan serta tidak membutuhkan lahan yang luas dalam pelaksanaannya.

III. TUJUAN

Adapun tujuan dari budidaya jamur Tiram adalah
1).Untuk meningkatkan pendapatan petani dan keluarganya, agar masyarakat mengkonsumsi bahan makanan yang bernilai gizi tinggi, mengurangi pengangguran serta dapat menjadi komoditi bisnis di luar migas.
2). Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan limbah serbuk gergaji.

IV. BAHAN BAKU

Bahan baku yang digunakan dalam proses budidaya jamur tiram dapat terbagi menjadi tiga bagian yaitu : bahan baku utama dan bahan baku penunjang dan alat-alat.

1. Bahan Baku Utama antara lain :
 Serbuk gergaji
 Dedak halus
 Gypsum
 CaCo3/Kapur dolomit
 Bibit jamur/Stater

2). Bahan baku penunjang antara lain :
 Kantong plastik ukuran 18/20x30x0,6 mm
 Minyak tanah
 Alkohol
 Lampu kimia
 Ring/Cincin bambu diameter 2–3 cm.
 Kertas koran, kertas nasi/plastik limbah
 Karet gelang

3). Peralatan
 Drum tertutup
 Kompor semawar
 Ph meter
 Thermometer
 Sekop
 Ember
 Sendok kecil/spatuila
 Pondok/kubang pembibitan dan budidaya
 Selang palstik
 Kompan minyak tanah ukuran 5 liter
 Minyak tanah secukupnya

V. CARA MEMBUAT

 Serbuk gergaji + dedak + gypsum + CaCo3 diaduk rata sambil ditambahkan air secukupnya
 Peram campuran media tadi selama 1x24 jam, setelah itu masukkan ke dalam kantong plastik yang sudah disediakan dengan kepadatan tertentu, masukkan ring bambu dibagian leher dan tutup sama kertas nasi/plastik lalu ikat dengan karet.
 Susun kembali drum, kukus selama 8 jam, setelah selesai dikukus didinginkan selama 24 jam dan setelah dingin isi dengan bibit di ruang inokulasi dengan apik dan serasi.
 Setelah diisi bibit simpan diruang inkubasi sampai misiliumnya menyebar ± 15 hari dengan memperhatikan suhu di ruangan harus bertahan 28-30ยบ C dan kelembabannya 92–96 %.


VI. PEMELIHARAAN/PERAWATAN

Setelah 15 hari di ruang inkubasi, pindahkan media ke ruang budidaya, setelah misilium jamur putih merata, kira-kira umur 30–40 hari lalu tutup kertas pada ring supaya dibuka, agar jamur dapat keluar atau tumbuh sesuai dengan yang diharapkan.

Setelah jamur mekar dan berusia 3–4 hari segera untuk dipanen. Lalu sisa akar jamur yang tertinggal dibersihkan agar tidak terjadi kontaminasi sehingga dapat menyebabkan pembusukan pada media tumbuh. Lakukan penyiraman pagi dan sore dengan sistem pengkabutan agar ruangan tetap lembab.

Apabila tampak ada gejala hama pada jamur/media jangan coba-coba disemprot dengan insektisida, cukup dilakukan secara manual saja, yang utama ruangan harus bersih.

VII. ANALISA USAHA

1).Biaya membuat media untuk 1.000 log mencapai ± Rp1.100.000,00.
2).Hasil produksi setiap log selama 1 musim (3-4) bulan sebanyak 3 ons.
3).Harga jual per kg ke pasar Rp7.000,00
4).Hasil produksi dari 1.000 logx0,3 kg = 300 kg, memperoleh uang 300 kg x Rp7.000 = Rp2.100.000,00.
5).Gambaran keuntungan dalam satu musim = Rp2.100.000,00 – Rp1.100.000,00 = Rp1.000.000,00 (selama 4 bulan).

VIII. PENUTUP

Demikian petunjuk sederhana cara budidaya jamur tiram yang dapat kami sajikan semoga ada manfaatnya bagi yang akan mencoba. Banyak kekurangan yang kami sampaikan namun harapan saran dan kritik demi perbaikan sangat kami harapkan. Terimakasih.
Selamat mencoba………………

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Cari Blog Ini

Memuat...

Pengikut